Posts filed under 'Motivate!'
Quote Hari Ini
ilmu itu semakin direnangi, akan semakin luas kolamnya..
-Dr. Iping Supriana Suwardi, dosen grafika & visualisasi komputer-
yu ah,,
1 comment Desember 10, 2009
When A Legend Passed Away…
Akhir-akhir ini media ramai dengan berita kematian Michael Jackson, seorang legenda musik pop dunia. Ya, meskipun secara fisik sudah meninggal, tetapi beliau masih ada di hati para penggemarnya dan pasti masih ada di ingatan hampir semua orang di dunia.
Ya, memang fenomena seperti ini pasti terjadi jika ada seorang yang telah berbuat sesuatu yang besar untuk orang banyak meninggal dunia. Contoh kecilnya saja, ketika kematian presiden kedua Indonesia, H.M. Soeharto. Hampir semua orang di Indonesia memperingatinya, walaupun dengan berbagai macam ekspresi.
Contoh lain adalah Elvis Presley. Bahkan hingga sekarang, beliau bisa dibilang tidak pernah mati. Pasti ada saja suatu event yang berhubungan dengan beliau dalam setiap tahunnya. Bahkan kelompok fansnya juga masih ada hingga saat ini.
Mungkin jika nanti Pele atau Michael Jordan meninggal dunia juga akan ada fenomena seperti ini lagi. Ya, semakin terkenal seseorang, pasti semakin diingat dia saat meninggalnya.
Saya gimana ya? apa yang bakal dikatakan orang-orang sekitar saya ketika saya meninggal dunia?
Ah, lihat nanti saja. Konsentrasi saja dengan apa yang dilakukan sekarang, dan membuat sesuatu untuk dunia sebelum menjadi legenda..
yu ah,
1 comment Juni 30, 2009
Sebelum UTS Itu,,
Ya, hari ini saya (dan teman-teman sekelas yang lain,, tentunya) melaksanakan UTS mata kuliah Agama dan Etika Islam, jam 9.15 sampai 10.55 (seharusnya,,). Nah, sesuai judul, saya ga akan bicara tentang UTSnya, karena UTSnya ga begitu menarik…
Berawal dari kebodohan saya yang setelah subuh tidur lagi dan terbangun jam 8, saya berangkat ke kampus dengan terburu-buru dan ngebut. Di ruas jalan Pasteur yang luruuuu..s itu, insiden ini terjadi. Tiba-tiba mobil pickup depan saya mengerem mendadak. Kontan saya langsung ‘membanting stang’, berpindah lajur dengan cepat. Tetapi, ternyata tetap saja ada kendaraan yang sedang berhenti, dan kontan saya mengerem mendadak, karena jalanan licin dan agak takut bermanuver lebih ekstrem lagi.
Ketika saya mencoba melihat penyebab keberhentian mendadak dari para pengemudi itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah gerobak yang sedang menyebrang, tiba tiba ada rasa terdorong dari belakang yang dilanjutkan dengan bunyi ‘brakkk!!’ Yak, saya tertabrak dari belakang rupanya…
Memang sih, saya yang tertabrak tidak apa-apa. Tetapi, saya melihat sang penabrak–yang ternyata adalah seorang cewek–bernasib lebih buruk daripada saya. Sayap depan motornya patah, dan tampaknya kakinya terkilir, karena jalannya terpincang-pincang.
Saya sudah agak takut, karena mengira bakal diminta bayaran untuk mengganti motor yang sedikit rusak. Tapi, apa yang terjadi ketika saya mendekatinya??
Sang cewek berkata, “Gapapa kan? ga ada yang rusak atau luka kan? Maap yah tadi,,”
Saya sejenak terdiam,, lalu berkata, “Saya mah gapapa.. Kamu sendiri?? Gimana?”
sang cewek berkata sambil menunjukkan wajah tegar, “Ah, ini mah gapapa,,”
Setelah percakapan singkat itu, saya pun pamit setelah benar-benar memastikan sang cewek tidak apa-apa, karena terburu-buru akan UTS. Bahkan kami belum sempat berkenalan, padahal ceweknya lumayan cantik
.
Di perjalanan, saya berpikir, “Wah, keren banget tuh cewek. Udah dia yang luka, dia yang motornya rusak, tapi dia yang minta maaf.”
Padahal, jika dirunut lagi kejadiannya, saya yang salah nyerobot jalur seenaknya, ngerem mendadak seenaknya, bangun telat seenaknya. Tapi, dia bisa minta maaf lebih dulu. Saya salut. Akhirnya berpikir ke diri sendiri: bisa gak yah jadi orang seperti itu?? Pasti bisa!! Harus bisa!!
3 comments November 5, 2008
Enaknya Mahasiswa TPB…
Tadi siang saya iseng-iseng nongkrong sebentar di Campus Center (CC) di kampus, sendirian…
Ya, sendirian, ga ada kerjaan…
Jadi ingat setahun yang lalu, di tempat yang sama, di hari yang sama (Jumat, bukan 12 September…). Di selasar CC waktu itu banyak banget orang-orang (temen-temen sefakultas sih kebanyakan…) yang duduk-duduk di sana. Entah itu main kartu, ngerjain tugas, ngobrol, nunggu Jumatan, atau kumpul-kumpul ga jelas. Yang jelas, waktu itu yang namanya selasar CC bener-bener rame, (atau cuma perasaan saya aja yah??).
Sekarang, saya melihat sekeliling, cuma ada sedikit orang di sana. TPB atau nggak, saya ga tau. Tapi banyak plesetan dari singkatan TPB yang memang mencerminkan kehidupan kita di TPB.
TPB — Tahap Persiapan Bersama (ini kepanjangan yang bener…)
TPB — Tahap Paling Bahagia (Ya iyalah, pertama, mereka belum dapet begitu banyak tugas, trus belum aktif di organisasi, masih jadi adik.)
TPB — Tahap Paling Berat (Berat bukunya,
,, ngga deng, biasanya berat karena ketemu lingkungan baru, jadi banyak yang gugur di medan perang ini)
TPB — Tahap Paling Brutal (Brutal jadwalnya, brutal belajarnya, brutal mainnya
…)
dan TPB-TPB yang lain yang tidak bisa disebutkan disini…
Ah, saya mah harus kesana-kesini dengan 3 sekre saya di tenggara, tengah, dan barat laut kampus,, capek…
Tetep semangat, Man! There’re a lot of things to do,,
yu ah,,
2 comments September 12, 2008
Membelah Diri
Haduh.
Dapet amanah besar lagi diri ini. Setelah tinggal sedikit lagi meninggalkan statusnya sebagai ketua PAKDUMARU 2008, saya sudah dikasih pekerjaan lagi.
Yak,
orang kedua di Humas PMA 2008.
Sebagai orang kedua, berarti:
- harus lebih sering ‘menampakkan diri’ di forum-forum PMA.
- harus aktif lebih dalam kegiatan-kegiatan PMA.
- mengurangi waktu di kegiatan lain, ex: himpunan, unit saya yg lain.
- harus bisa membelah diri lebih hebat lagi.
Membelah diri?
Nggak se-ekstrim itu sih, yang penting bisa membagi pikiran antara beberapa amanah yang saya jalani sekarang.
Saya pernah dapat wejangan yang bagus dari ketua salah satu unit yang saya ikuti.
Kalo kita lagi kuliah, fokus sama kuliah, jangan mikirin yang lain.
Kalo lagi di kegiatan unit, fokus di sana,
jangan sampe mikirin hal-hal yang ga ada hubungannya,
bisa-bisa malah kita ga dapet apa-apa,
Waw.
Dan saya pun mencoba begitu.
Kenyataannya?
Waktu kuliah, diri ini tidur atau ngobrol. Mencatat pun hanya di kuliah yang disukai saja.
Waktu lagi di organisasi, diri ini lebih banyak nyampah, dan mobilitasnya rendah dari satu organisasi di organisasi lain.
Di malam hari pun, diri ini cuma blogging (yang ini jangan ditiru yaa)
Yah,
orang bijak bilang, “Kita harus lebih besar dari rintangan yang kita hadapi.”
dan saya sadar, tanggung jawab yang saya hadapi sekarang, gak akan saya rasakan sekarang manfaatnya, tapi kelak di masa depan, saat saya diberi amanah yang lebih besar dan lebih besar lagi.
Tapi, lama-lama diri ini mulai terbiasa dengan obrolan-obrolan yang berat…
yu ah,,
1 comment September 8, 2008
