Posts filed under 'Event'
Sebuah Percakapan di Idul Adha
Ini sebuah percakapan antara saya dan seorang teman, sebut saja Adit, waktu Idul Adha, setelah Solat Ied.
Adit (A): Man, kambing makannya apa?
Saya (L): rumput
A: kalo ayam?
L: apa aja itu mah, bisa beras, jagung, rumput, apa aja lah..
A: daging mereka enak kan?
L: iya
A: manusia kan makannya kambing ama ayam, kira-kira rasa dagingnya kaya apa yah?
L: (diem, berpikir)
A: kan ayam sama kambing yang makannya ga karuan gitu aja dagingnya bisa enak, apalagi manusia yang makannya enak (ayam dan kambing)..
Selamat Idul Adha 1430 H, selamat berqurban bagi yang berqurban.. selamat jalan bagi hewan qurban.. (lho?)
yu ah,,
2 comments November 27, 2009
Sebelum UTS Itu,,
Ya, hari ini saya (dan teman-teman sekelas yang lain,, tentunya) melaksanakan UTS mata kuliah Agama dan Etika Islam, jam 9.15 sampai 10.55 (seharusnya,,). Nah, sesuai judul, saya ga akan bicara tentang UTSnya, karena UTSnya ga begitu menarik…
Berawal dari kebodohan saya yang setelah subuh tidur lagi dan terbangun jam 8, saya berangkat ke kampus dengan terburu-buru dan ngebut. Di ruas jalan Pasteur yang luruuuu..s itu, insiden ini terjadi. Tiba-tiba mobil pickup depan saya mengerem mendadak. Kontan saya langsung ‘membanting stang’, berpindah lajur dengan cepat. Tetapi, ternyata tetap saja ada kendaraan yang sedang berhenti, dan kontan saya mengerem mendadak, karena jalanan licin dan agak takut bermanuver lebih ekstrem lagi.
Ketika saya mencoba melihat penyebab keberhentian mendadak dari para pengemudi itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah gerobak yang sedang menyebrang, tiba tiba ada rasa terdorong dari belakang yang dilanjutkan dengan bunyi ‘brakkk!!’ Yak, saya tertabrak dari belakang rupanya…
Memang sih, saya yang tertabrak tidak apa-apa. Tetapi, saya melihat sang penabrak–yang ternyata adalah seorang cewek–bernasib lebih buruk daripada saya. Sayap depan motornya patah, dan tampaknya kakinya terkilir, karena jalannya terpincang-pincang.
Saya sudah agak takut, karena mengira bakal diminta bayaran untuk mengganti motor yang sedikit rusak. Tapi, apa yang terjadi ketika saya mendekatinya??
Sang cewek berkata, “Gapapa kan? ga ada yang rusak atau luka kan? Maap yah tadi,,”
Saya sejenak terdiam,, lalu berkata, “Saya mah gapapa.. Kamu sendiri?? Gimana?”
sang cewek berkata sambil menunjukkan wajah tegar, “Ah, ini mah gapapa,,”
Setelah percakapan singkat itu, saya pun pamit setelah benar-benar memastikan sang cewek tidak apa-apa, karena terburu-buru akan UTS. Bahkan kami belum sempat berkenalan, padahal ceweknya lumayan cantik
.
Di perjalanan, saya berpikir, “Wah, keren banget tuh cewek. Udah dia yang luka, dia yang motornya rusak, tapi dia yang minta maaf.”
Padahal, jika dirunut lagi kejadiannya, saya yang salah nyerobot jalur seenaknya, ngerem mendadak seenaknya, bangun telat seenaknya. Tapi, dia bisa minta maaf lebih dulu. Saya salut. Akhirnya berpikir ke diri sendiri: bisa gak yah jadi orang seperti itu?? Pasti bisa!! Harus bisa!!
3 comments November 5, 2008
Liburan Chapter 1: Trip to Jakarta
Si Uman kaya’ ga pernah ke Jakarta aja
The fact is,, saya memang jarang sekali ke Jakarta, jadi kejadian ini harus didokumentasikan *halah*.
Hari Jumat (26 September 2008) dimulai dengan sahur, kemudian setelah subuh, mengerjakan laporan praktikum SisDig yang garis matinya hari itu juga *yang ini ga usah dibahas, heu*.
Jam 08.00 pun sang laporan dikumpulkan, kepada asisten yang agak nyebelin (Ya iyalah, dia pake komentar sama laporan saya yang seharusnya ga dinilai dia, mana kartu praktikum saya ditahan lagi, dasar ga tau orang lagi buru-buru!!), lalu berangkat ke stasiun Bandung bersama adek, teteh, dan bapak saya untuk mengejar kereta 08.45.
Akhirnya sampai juga di stasiun gambir jam 12.00. Mengejar Sholat Jumat yang sudah mulai khutbahnya, dan dapat tempat duduk di paling belakang, terjemur *panaaas!*. Setelah selesai Jumatan, kami naik bis ke bandara (oh iya, tujuan saya ke Jakarta bukan ke rumah siapa-siapa, melainkan ke bandara mengantar kepergian kakak (mas) yang ke luar negeri). Sampai di bandara, mencari-cari sang kakak dan ibu saya yang sudah ada di sana duluan (mereka pakai mobil).
*Cerita diskip soalnya ga rame, langsung aja ke…*
kira-kira pukul 16.45, kami ketemu orang yang sudah tua, umurnya 60an, dia orang Jepang, namanya Hiramatsu, tapi bisa bahasa Indonesia sedikit2. Karena mas saya dan rombongannya memang bertujuan ke Jepang, mengobrolah mereka. Saya nguping sedikit-sedikit. Ini inti yang bisa diambil:
- Di Jepang, air kerannya diminum OK (di sini bisa bikin sakit perut).
- Di Osaka, orangnya ramah. Kalo di Tokyo, hatinya dingin (di Bandung gimana ya?).
- Di Osaka, ada nasi (ya iyalah).
- Di Jepang ada Shinkansen yang kecepatannya 300 km/jam (Bandung-Cimahi berapa detik ya??).
- Di Jepang terlambat 10 detik aja ga boleh, kalo di Indonesia 1 jam OK (ada yang tersindir??).
- Di Osaka, makanannya ada yang mahal, ada yang murah (di sini juga!!).
- dan lain-lain (saya lupa)
dia juga ‘mengoleh-olehi’ kami dengan sebotol Miz*ne (itu loh, minuman ber-ion,,)
Akhirnya setelah puas mengobrol, waktu berbuka pun tiba. Berangkatlah kami ke tempat makan terdekat. Inginnya sih memesan makanan, tetapi saat melihat harganya, semangkuk bakso yang terdiri dari 5 butir bakso dan kuah saja harganya 17.000 rupiah!! wew. Untung dibayar orang tua, jadi saya pesan deh sang bakso yang beruntung (saya tahu isinya setelah memesan).
Karena tidak kenyang, saya dan teteh bergegas ke restoran fastfood terdekat. Kenyang, dan harganya harga standar, ga aneh-aneh.
Beres makan, kami foto-foto, lalu pulang pukul 19.30. Di jalan ke Bandung, jalanan belum macet, tapi agak padat. Akhirnya sampai rumah jam 01.00. Karena lelah, saya pun tidur. (Jelek banget endingnya,, tapi biarin ah!!). Foto-foto saya tampilkan kalo sempat.
yu ah,,
Add comment September 28, 2008
