Museum Ini, Museum yang Terlupa
Tadi siang, saya jalan-jalan dan bermain ke sebuah museum di Bandung.
Yak betul, saya baru saja main ke Museum Sri Baduga Bandung
banyak yang saya lihat di sana, dari kain-kain batik, perabotan kuno, sampai batu-batu prasasti. Sayang di sana tidak boleh memotret (ada tandanya), walaupun akhirnya saya menemukan banyak juga pengunjung yang memotret
Saya memang jarang ke museum, terakhir kali ke sana saja saat saya SMP (kira-kira 8 tahun lalu). Tapi, ketika saya selesai dan keluar dari gedung museum, ada satu perasaan yang mengganjal. Ya, entah kenapa saya masuk dan keluar museum bisa dibilang hanya “begitu saja”, seperti tidak ada yang spesial. Walaupun begitu, saya tetap senang kok bisa ke sana.
Dengan kandungan informasi yang sangat banyak dan pelajaran-pelajaran yang berharga, seharusnya museum ini bisa lebih dari sekedar museum. Selain harus dirawat dengan baik, layanan ke pengunjungnya juga harus baik. Jujur, saya sendiri agak tidak mengerti apa yang ada di museum, tulisan keterangan di situ terkadang tidak menceritakan apa yang seharusnya diceritakan (saya melihat mainan dari bambu, tetapi malah tertulis, “mainan yang terbuat dari kulit binatang ini…”).
Sebenarnya museum ini bisa menjadi jauh lebih baik jika tercurah cukup waktu dan biaya. Tiket masuk bisa dinaikkan harganya (saya masuk dengan bayar 2500 rupiah), tetapi pengunjung bisa disuguhkan sesuatu yang lebih, seperti katalog, brosur, atau mungkin tour guide.
Intinya, yang penting dari museum bukan hanya isinya saja, melainkan juga penyampaian isinya. Maju terus museum Indonesia
Semoga museum ini tidak dimuseumkan ya
yu ah,,


Komentar