Kurangi Konsumsi Beras?
Baru-baru ini, Menteri Perdagangan kita, Pak Gita Wirjawan melontarkan wacana dan himbauan untuk mengurangi konsumsi beras karena produksi beras dalam negeri kita sudah akan sulit untuk ditingkatkan, serta untuk mengurangi ketergantungan impor beras. Selain itu, konsumsi beras di Indonesia termasuk yang terbanyak di ASEAN (mungkin dunia juga) dan menyebabkan berbagai penyakit akibat kebanyakan konsumsi karbohidrat. Beliau pun menyarankan masyarakat untuk berpindah ke konsumsi singkong untuk pasokan karbohidrat.
Sebelum mengurangi makan nasi, saya ingin mengajak diri kita semua untuk berhenti membuang-buang nasi
Saya sering melihat (di kota sih ya, entah di kampung bagaimana) banyak makanan tersisa di meja orang lain ketika saya makan di rumah makan. Jumlahnya bervariasi, ada yang cuma sedikit, namun ada juga yang sampai tiga perempat porsi ditinggalkan di sana. Rasanya gemas melihat piring-piring penuh di sana, jadi ingin menghabiskannya
Dari kecil, saya sudah dilatih untuk selalu menghabiskan makanan yang diberikan kepada saya. Dulu sih ibu bilang, “ayo habisin nasinya, nanti nasinya nangis lho.” Walaupun beberapa tahun kemudian saya tahu bahwa nasi tidak bisa menangis
saya tetap memegang prinsip untuk selalu menghabiskan makanan saya. Intinya, ini semua dari kebiasaan kok. Jika memang tidak bisa menghabiskan nasi satu porsi, pesanlah setengah porsi, atau beli satu porsi untuk berduia (jika makan bersama teman). Anggaplah makanan itu adalah milik kita, belahan jiwa kita. Dengan begitu kita tidak akan menyia-nyiakannya kan?
Ayo teman-temanku, kita mulai kebiasaan sehat dan hidup sehat kita dengan mengurangi membuang-buang makanan. Setelah itu, baru kita mulai yang lain. Toh kalau kita berpindah ke singkong tetapi singkong masih sering dibuang-buang kan sayang juga
Duh, lapar juga memang kalau mengurangi makan ya
yu ah,,

Komentar