uman zone

Akhirnya, tak ada yang ideal

Mei 5, 2008 · No Comments

Sigh…

Yah,, akhir-akhir ini memang banyak sekali hal yang terjadi yang di luar kehendak saya.

Dimulai dari hari Rabu (atau Kamis? saya lupa), saat saya menonton berita olahraga di TV, keluarlah kekecewaan pertama saya. Liverpool kalah dari Chelsea!! Gak jadi deh final Liga Champions ideal: Liverpool vs. Manchester United. (sori buat pendukung Chelsea. Saya memang penggemar Liverpool.)

Hari Jumat sore. Lagi jalan-jalan ke website ini, cari hasil semifinal piala UEFA. Kaget. Tim favorit sepanjang masa-ku, ACF Fiorentina, kalah lawan si Glasgow Rangers lewat adu penalti. Bah, mengecewakan. Terus liat ke semifinal yang lain, ternyata klub Rusia, si Zenit St. Petersburg ngalahin favorit juara lain,, FC Bayern Muenchen. Hmm,, Final ideal Piala UEFA antara Fiorentina vs. Bayern pun urung terjadi.

Hari Sabtu. Latgab 2 (Latihan Gabungan 2) Pagelaran 2008 LSS ITB. Giliran rampak kendang. Wah. Permainan kami masih jauh, jauh dari memuaskan. Evaluasi pun dilakukan pada hal-hal mendasar yang harusnya sudah menjadi default.

Nah, hari Senin tadi, hasil UTS 1 PRE dibagikan. Bah, nilainya buruk. Buruk banget. 39,25!! yah, hampir sama kaya’ UTS 1 Fisika Dasar sih,, tapi sama-sama gak ada harapan dapet A! Habis itu, hitung-hitung kemungkinan IP semester ini. Kalo saya bisa mengatasi keburukan nilai 2 mata kuliah tadi, terus yang lain dapet A, dapet deh IP 3,6. Tapi, berhubung gak mungkin terjadi, saya hitung kemungkinan terburuk. Bah! 2,45! Itu kalau performa saya dalam belajar gak ada peningkatan.

Terus, waktu saya tanya seorang teman, “Mau jadi kadiv ***** ga?” Dia menolak. Gagal deh bikin kepanitiaan PAKDUMARU ideal. Ah, ntar saya tanya lagi, saya yakinkan lagi. semoga aja dia jadi mau.

Nah, semester ini akan saya buktikan. Apakah benar tak ada yang ideal?

→ No CommentsCategories: Kuliah · Motivate! · My Life! · Thoughts
yang berkaitan: , , , , , ,

Makna Sebuah Kewajiban

Mei 1, 2008 · No Comments

Saya baru aja dapet amanah yang sangat besar, jadi ketua PAKDUMARU (Paket terpadu mahasiswa baru), sebuah acara yang bakal diselenggarakan oleh maganger KOKESMA 2008 buat anak-anak TPB. Begitu tau dapet amanah ini, kontan aja isi hati saya langsung bergolak. Gak tau harus gimana. sedih? senang? kesal? bahagia? semua langsung bercampur aduk.

Besoknya, saya ada mentoring sama kakak mentor saya, Kang Ivan. Beliau ini sebenernya adalah sosok yang saya kagumi, karena beliau ini bisa menjalani kehidupan dengan islami di kampus ITB, tanpa menghalanginya berbuat lebih di kalangan masyarakat ITB, malah beliau termasuk orang yang dihormati di angkatannya. Dan yang terpenting lagi, beliau udah nikah!! (naon deui?)

Loh kok jadi ngomongin Kang Ivan? Lanjut deh,, dalam mentoring kali ini, beliau ‘menyuguhi’ kami dengan sebuah kertas, berjudul “Kewajiban Lebih Banyak dari Waktu yang Dimiliki”. Hmm,, menarik,, berhubung saya juga baru dapet kewajiban baru.

Lanjut ya,, kebanyakan orang menganggap kewajiban sebagai beban berat yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan di hadapan pemberi kewajiban itu (ya iyalah, masa ya iya dong!!). Tapi, kebanyakan orang malah menganggap kewajiban itu sebagai pemberat hidupnya. Semakin banyak kewajibannya, semakin berat pula beban hidupnya (menurutnya), dan ia malah menjadi orang yang tidak produktif.

Nah, kalo orang beriman, seharusnya memahami kewajiban yang ada pada dirinya adalah ketetapan Allah, dan memahami kewajiban itu sebagai:
1. Peluang terbesar untuk mendekatkan diri kepada-Nya
2. Peluang untuk meningkatkan kualitas diri
3. Tangga untuk memperoleh cinta Allah

Kontan saya bertanya di dalam hati, “Gimana kalo emang kewajiban yang seseorang pikul itu emang sangaaaaat berat sampe dia gak bisa mikul?”

Ternyata di bawahnya ada tulisan, “Dan Allah tidak membebankan kepada seseorang kecuali seseuai dengan apa yang dimampui.” (QS. Al Baqarah: 286). Aha! bener!! Manusia gak akan dapet kewajiban yang ngga bisa dia tunaikan. Kalaupun ada, orangnya aja yang ga bener, atau emang ada rencana Allah lain.

Dan setiap orang tentu saja dapet porsi kewajiban yang berbeda-beda. Kewajiban orang kaya beda dengan orang miskin, orang pinter beda dengan orang yang kurang pinter, kewajiban bos beda dengan kewajiban anak buah, dst.

Ah, jadi inget kata-kata waktu saya baru dilantik jadi pengurus DKM dulu, “Kalian adalah suatu bangunan dakwah yang kokoh yang dibuat dari keberagaman kalian, janganlah sia-siakan keberagaman kalian!” Kalo gak salah itu dari Quran tapi lupa surat apa…

Kewajiban itu ada jenjangnya, lho! (kaya’ sekolah aja..) Maksudnya, kewajiban yang diberikan Allah sama kita emang sama sih, tapi kesanggupan kita dalam memenuhinya pasti berjenjang, kan? Ini jenjang-jenjangnya:
1. Kewajiban dzatiyah (pada diri sendiri)
Kewajiban untuk menempa diri menjadi pribadi unggul.
2. Kewajiban kepada Allah
Kewajiban yg menguatkan hubungan dengan Allah, sehingga setiap saat pertolongan Allah dapat diraih untuk mendapatkan sukses hidup dunia dan akhirat.
3. Kewajiban kepada sesama manusia
Kewajiban dalam menata harmoni kehidupan dalam ikantan nilai dan kebaikan.

Nah, jika jenjang pertama tidak dilewati, pasti kita nggak bakal jadi orang-orang yang dapat menunaikan kewajiban pada Allah. Jika no. 2 tidak dipenuhi, kita akan sulit mendapat pertolongan Allah, sehingga akan sulit pula memenuhi kewajiban no. 3.

Pertanyaannya, bisakah kita?

→ No CommentsCategories: Islam · Motivate! · My Life! · Thoughts
yang berkaitan: , , ,

Hiaaah! Amanah lagi!

April 27, 2008 · 1 Comment

KETUA PAKDUMARU 2008

STEI 2007

LUKMAN

(my comment: knapa namaku ditulisnya salah??)

→ 1 CommentCategories: Event · My Life!
yang berkaitan: , , ,

Anak-anak: Dulu dan Sekarang

April 23, 2008 · No Comments

Tadi siang saya lewat sebuah lapangan rumput di dekat rumah saya. Kosong,, tidak ada anak-anak bermain dan berlari-lari kesana-kemari. Liat lapangan itu, jadi teringat masa lalu,,

9 tahun lalu, seorang Luqman berjalan lewat depan lapangan rumput. Ya, itu lapangan rumput yang sama, di jam yang sama pula, jam 3 an, bedanya saya sekarang naik motor, kalo dulu jalan kaki. Terdengar suara, “Man! sini man! Main!”

Iya, dulu saya sering bermain bola di lapangan itu bareng teman-teman sebaya. Rame lah. Dulu masih jaman yang namanya maen bola pasti nyeker. Terus, pulang sampai rumah pasti dimarahi. Baju kotor, tangan/kaki luka-luka. Hehehe…

Dulu juga setiap hari minggu, jam 6 pagi saya pasti sudah dipanggil sama teman-teman. Main bola! Iya, sepak bola dulu adalah permainan kesukaan kami, selain bebentengan dan petak umpet.

Sekarang sih, kehidupan kami sudah terpisah-pisah, kami sudah menjalani kehidupan masing-masing dengan senang dan bahagia (halah!).

Iya-ya, dulu, waktu saya dan teman-teman bermain bola di lapangan, pasti banyak dan ramai sekali lapangan itu. Malah kadang-kadang lapangan harus dibagi 3. Tapi sekarang? Sudah jarang yang seperti itu. Setiap saya jalan-jalan ke lapangan juga paling hanya ada 1 atau 2 orang yang bermain layangan. Yang lain? Mereka tampaknya sudah mulai senang menyendiri ya?

Jaman saya, anak-anak pulang sekolah lewat jalan-jalan terpencil, dan sering ‘bertualang’ mencari jalan baru ke rumah, walaupun kadang jalan baru itu malah lebih jauh dari jalan biasa. Malah sering dalam petualangan itu saya tersesat. Hehehe, dasar anak-anak!

Kalo kita lihat sih, sebenarnya permainan anak-anak yang kita mainkan waktu kecil itu SANGAT membangun karakter dan skill kita. Mulai dari kerja sama tim, komunikasi, kejujuran, dan lain-lain. Jujur, saya pertama kali belajar bahasa Sunda dari teman-teman main.

Yah, saya mah cuma takut lama-lama pengembangan karakter generasi muda kita terhambat gara-gara hal ini. Yah, smoga aja nggak!

→ No CommentsCategories: My Life! · Thoughts
yang berkaitan: , , ,

Dan Berikhtiarlah!!

April 21, 2008 · No Comments

Apaan tuh ikhtiar?

Bukan, bukan sejenis makanan. Ikhtiar adalah usaha seseorang dan usaha yang benar adalah usaha yang sungguh-sungguh (jiddiyah). Usaha yang sungguh-sungguh ini ditandai dengan adanya pengorbanan (tadhiyyah).

Tanda kita benar-benar berikhtiar atau ‘ikhtiar-ikhtiaran’ dapat kita lihat dari definisi di atas. Kita melihat kesungguhan kita dalam melakukan usaha, dan harus ada unsur pengorbanan dalam ikhtiar tersebut. Pengorbanan apa saja, baik waktu, tenaga, pikiran, harta, dan banyak lagi.

Mengapa kita harus berikhtiar?

Pertama, supaya niat kita tidak sia-sia. Ini telah dibahas di awal. Ibarat kita membangun sebuah rumah, niat itu adalah pondasi dari rumah tersebut, sedangkan ikhtiar adalah tembok. Ikhtiar yang tidak sungguh-sungguh bagaikan tombok yang dibuat dengan ‘gak niat’. Retak di mana-mana, bolong-bolong, dan tidak akan nyaman jika dijadikan rumah.

Kedua, agar kita mendapat ‘kepuasan’ dalam beraktivitas dan tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bersungguh-sungguh. Misalnya jika kita ujian, sedangkan kita belajar hanya sedikit-sedikit, biasanya saat melihat soal kita langsung teringat, “Loh ini kan yang pernah saya liat di buku kemaren, tapi gak dibaca.” dan kita menyesal tidak belajar sungguh-sungguh di hari sebelumnya.

Ketiga, segala perbuatan baik yang dilakukan seungguh-sungguh dengan niat yang lurus pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Seperti yang ada dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 19, “Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”

Gimana caranya?

Luruskan niat, lalu fokus pada kegiatan itu, jangan membagi fokus dengan yang lain, karena ½ + ½ tidak sama dengan satu. Dalam hal ini malah bisa menjadi nol. Yang terpenting ialah fokus. Setelah bisa fokus, kerahkan kemampuan kita sebaik-baiknya. Terapkan prinsip “5 as” nya Aa Gym, “bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas, bekerja mawas, bekerja tuntas.”

Bekerja keras, artinya kita mengerahkan kemampuan kita sampai batasnya dalam pekerjaan itu.

Bekerja cerdas, artinya kita bekerja dengan efisien, cerdas, dan segala sesuatu sudah direncanakan dengan matang.

Bekerja ikhlas, artinya kita meniatkan ini hanya untuk Allah SWT, walaupun mungkin ada niat lain, niat pokok kita tetap untuk Allah SWT.

Bekerja mawas, artinya kita selalu melihat pekerjaan kita yang lalu, dan selalu evaluasi diri..

Bekerja tuntas, artinya kita bkerja jangan setengah-setengah, kerjakan sampai tuntas, baru ke pekerjaan lain, seperti Al-Quran surat Al-Insyirah ayat 7, “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain).”

Apa saja yang bisa kita dapatkan dengan berikhtiar?

Pertama, hasil pekerjaan yang memuaskan, tentunya. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan kesungguhan akan mendapat hasil yang baik juga. Kalaupun tidak, kita akan puas dengan usaha kita yang sudah maksimal. Ada yang namanya golden triangle, “KESUNGGUHAN + PENGORBANAN + KESINAMBUNGAN = PROFESIONALISME”.

Kedua, Insya Allah yang kita kerjakan akan mendapat balasan di akhirat. Seperti Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 201-202, “Dan di antara mereka ada yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.’ Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.” atau Quran surat Al-An’am ayat 132, “Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Kapan kita harus mulai berikhtiar?

Mulai dari saat ini!

Ini salah satu materi dari eksplosif (Eksplor Islam Intensif klo gak salah, lupa kepanjangannya), salah satu kerjaan DKM Al Furqan SMAN 3 Bandung, kebetulan saya masih ikut ngurus ke sana. Sebenarnya materi ini ada sambungannya, tapi nanti aja deh saya postnya, masih tercecer.

→ No CommentsCategories: Islam · Motivate!
yang berkaitan: ,

… Dan Hujan Pun Semakin Lebat

April 9, 2008 · No Comments

Hari ini saya ada kuliah Olahraga, tepatnya sih olahraga atletik. Walaupun matakuliah ini cuma 1 SKS, saya suka, karena matakuliah ini memaksa saya untuk bergerak (susah olahraga di rumah, males!).

Nah, pada saat kuliah akan dimulai, tiba-tiba awan mendung datang. Saya yang sedang males (begadang ngerjain laporan praktikum kimia dan nonton liga champions) dan ngantuk, berdoa supaya hujan turun dan kuliah olahraga dibatalkan. Dan benar hujan turun, mulai rintik-rintik.

Bapak dosen olahraga (Pak Samsul Bahri [gitu gak sih nulisnya?])tetap datang, dengan membawa daftar absen (ooo,, cuma diabsen).

Setelah mengabsen, Pak Samsul menjelaskan rencana kuliah ke depan (5 minggu ke depan kalo gak salah). Setelah itu, ia berkata, “walaupun hujan, the show must go on. Kita hari ini bakal latian fisik buat persiapan ke materi selanjutnya. Paling gak seberapa, cuma 30 menitan.”

Dengan memakai ruang secukupnya, kami sekelas melakukan apa yang pak dosen instruksikan. Mulai dari lompat-lompat, push-up, sit-up, dan lain-lain. Memang cuma 30 menit, tapi badan kami dipaksa gerak terus. Capek! Serius! Saya yang memang punya penyakit darah rendah dan diperburuk dengan begadang tadi malam, sudah berkunang-kunang. Salah seorang teman saya, yang hanya berkeringat saat tes lari 2,4 km, berkeringat cukup banyak! Itulah bukti hellish training-nya Pak Samsul.

Yah, tapi beberapa saat setelah itu, saya pulang ke rumah, dan melakukan beberapa hal. Yang sangat terasa oleh saya adalah badan saya terasa ringan untuk digerakkan! Terima kasih Pak Samsul…


(keadaan Saraga waktu hujan. Lebat banget!)

→ No CommentsCategories: Kuliah · My Life! · Thoughts
yang berkaitan: , , ,

Semangat!! Akuntansi!!

April 8, 2008 · No Comments

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan, saya sekarang bersekolah di ITB.

nah kok belajar akuntansi?

Iya-iya, saya ceritain…
Saya ikut sebuah UKM (unit kegiatan mahasiswa) di ITB, namanya KOKESMA ITB (Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB).
Nah, kan seperti organisasi pada umumnya, unit saya ini juga punya jenjang kaderisasi. Yaitu DSEF (lupa kepanjangannya), magangers (ceritanya magang di divisi), staf, lalu pengurus inti (mungkin bisa disebut kadiv?).

Saya sudah melewati masa2 DSEF, sekarang di jenjang magangers.
Kemarin, waktu Diklatsar (pendidikan dan perlatihan dasar [wah gak setara ya *sindrom TTKI*]) Kokesma, kami dimasukkan ke divisi yang akan kami ‘magangi’. Saya masuk divisi bendahara umum.

Bendahara umum teh apa?

Bendahara umum di Kokesma beda dengan bendahara pada organisasi umumnya, lho! Di sini, kami tidak hanya berfungsi sebagai ‘penyimpan uang’ saja, tapi juga sebagai auditor. Sebagai badan usaha, Kokesma perlu diaudit! Dari segi pemasukan vs pengeluaran, cashflow, dll. Selain itu, kami juga berurusan dengan pajak (apa kata dunia?). Ribet dah. Dan memang karena beban kami yang besar itu, kami mempunyai jumlah anggota yang banyak. 1 kadiv, 6 staf, dan 10 magangers. Itu mungkin yang paling besar di antara divisi yang lain.

Tugas pertama kami (maganger) adalah perlatihan akuntansi!! Yah, baca buku akuntansi yang katanya sih, tebelnya gak bisa dilambangkan dengan satu tangan..

Semangat!!

→ No CommentsCategories: Event · Motivate! · My Life!
yang berkaitan: , ,

[Menjadi] Standar Terburuk

April 3, 2008 · 1 Comment

{yang hijau adalah percakapan saya}

“Man, mau tutor nggak?”
“Nggak”
“Hehe,, ke nyawang yuk, aku lagi nyari temen nih..”
“Yuk..”

Itu adalah percakapan antara saya dan seorang teman kuliah saya beberapa hari yang lalu.
Ini lanjutannya..

“Knapa urang yang duluan ditanya?”
“Ya kan biasanya kamu gak suka masuk tutor,, jadi kuajak…”

Gubrak! ternyata! Saya udah dicap ‘orang yang jarang masuk’

Satu lagi..

“Pinjem pulpen dong…”
“Wah, nyatat kamu man? tumbeeen…”

‘orang yang gak pernah nyatat’ juga sudah menempel kayaknya…

Di satu sisi, saya tersenyum. ternyata masih ada yang peduli…
Tapi, tetap saja saya sedih. Ternyata teman-teman saya mencap saya kaya’ gitu, atau memang saya kaya’ gitu?

Bahkan lebih parah waktu saya SMP. (Saya waktu SMP sering pakai bahasa Sunda. Jadi ini terjemahannya saja.)
“Aaaah,, goreng (jelek) euy ulangan aing. Kayaknya paling jelek sekelas. Tanya si itu dan si ini, gak ada yang lebih jelek…”
Saya baru dari meja guru, mengambil hasil ulangan.
“Berapa, Man? aing 6.”
“Hah, lebih jelek. 5.”
Dia pun tertawa. Akhirnya hanya kami berdua yang nilainya di bawah standar (standar waktu itu 7,5).
Sejak saat itu saya selalu jadi orang pertama yang ditanya setiap nilai ulangan keluar (walaupun nilai saya gak sejelek itu semua).

Waktu SMA beda lagi,
nilai saya termasuk bagus di kelas. Itu agak aneh, berhubung saya orang yang termasuk sangat jarang belajar di kelas.
Bahkan, setiap ada ulangan, saya ditanya,
“Man, udah belajar blom?”
“Belum”
“Ooo, ya udah gak usah belajar.”
Bahkan suatu pagi, saat saya datang, ada teman saya yang mengeluarkan bukunya sambil berkata,
“Nih man, hari ini ada PR, maneh blom ngerjain kan?”
Segitunya!!

Saya pernah bertanya pada diri sendiri : Yah, kalau gini terus gimana mau maju?
Ya. Benar. Dengan status quo seperti ini, saya gak akan maju. Sudah saatnya saya berubah!! break the limit!!

→ 1 CommentCategories: Motivate! · My Life!

Menjadi Pionir

April 1, 2008 · 1 Comment

Apaan tuh man? Kerjaan baru di ITB?
Bukaaaan… Pionir disini (versi saya) artinya menjadi seseorang yang memelopori, bisa disebut pelopor…

Oh iya, saya teringat sebuah kejadian waktu saya SMA,

Suatu hari di sebuah ruang kelas yang damai, teman saya, Anton (bukan nama sebenarnya), yang biasanya duduk di belakang tiba-tiba duduk di depan, tepat di depan tempat duduk saya.
Saya pun bertanya, “Udah ngerjain PR Bahasa Indonesia blom?” Sambil berharap ada teman tidak mengerjakan PR.
Dia menjawab pendek, “Udah, maneh?”
Saya kaget. Dia biasanya lebih parah daripada saya soal mengerjakan PR.
Saat istirahat, saya mengobrol dengannya, “Tumben maneh duduk di depan, PR udah dikerjain, nyatet pelajaran lagi!”
Dia berkata, “Iya man, aing cuma pengen aja sekali-kali PR aing yang dicontek, catetan aing yang dipinjem. Masa’ calon pemimpin gak pernah jadi pelopor?”
Saya pun terdiam, lalu kami berangkat ke kantin.

Yah. Bener juga ya. Masa’ calon pemimpin gak pernah jadi pelopor?

Memang, untuk menjadi pionir (pelopor) dibutuhkan suatu keberanian dan kemampuan yang lebih. Memang itu sulit, tetapi sekali dikerjakan pasti akan sangat bermanfaat.

Aku ingin menjadi pionir!!

→ 1 CommentCategories: Motivate! · My Life!
yang berkaitan:

3 UTS dalam 3 Hari? Gagal!

Maret 29, 2008 · 3 Comments

Minggu ini, saya dan teman-teman seangkatan saya (STEI 2007), kena 3 UTS dalam 3 hari. Parahnya lagi, 3 mata kuliah yang di-UTS-kan tersebut (Dasar Pemrograman, Fisika Dasar IIA, Pengantar Rangkaian Elektrik) adalah mata kuliah yang terbilang susah dan sangat krusial dalam perkuliahan semester 2 ini.

Gimana hasilnya man?
Beuh!! Gagal total!! Waktu UTS Daspro, saya masih bisa keluar dengan wajah cerah. Nah sisanya? Makin dibahas makin suram…

Kok bisa gitu man?
Hahaha,, saya juga gak tahu, tapi coba analisis kegagalan aah…

kegagalan #1: Gak belajar
faktor 1 Yah, emang seminggu ini saya lagi capek-capeknya. Beres ITB Expo hari Minggu (Senin dini hari tepatnya), kayaknya badan gak bisa diajak kerja. Lemes banget!
faktor 2 Emang saya gak suka belajar. susah rasanya duduk lama-lama belajar. Biasanya sih waktu kuliah dibuat efektif, jadi di rumah gak usah ngulang-ngulang pelajaran lagi. Tapi akhir-akhir ini saya sering bolos kuliah. Akhirnya gini deh.
faktor 3 Banyak banget yang ganggu waktu saya mau belajar. Contoh: Kamis malam, waktu ingin belajar fisika, tiba-tiba teman saya ngajak ngobrol sampai malam. Akhirnya gak jadi belajar waktu itu.

kegagalan #2: Terlalu percaya diri
Salah satu penyebab kegagalan saya kemarin karena saya terlalu percaya diri, bahkan mungkin bisa dibilang meremehkan. Waktu fisika, saya menyampingkan beberapa bab, yang saya yakin tidak akan keluar terlalu banyak, tetapi malah mendominasi! Sama dengan PRE, saya tidak belajar satu bab yang saya yakin tidak akan keluar. Ternyata, 1 dari 4 soal adalah tentang itu!

kegagalan #3: Gak ngotot
Saya sudah tahu, saya agak susah menggambarkan sesuatu yang imajiner ke dalam otak saya. Beda dengan pelajaran mekanika di fisika dasar IA, di fisika dasar IIA dan PRE, saya berkutat dengan arus, tegangan, sinyal, medan, dan lain-lain yang sulit sekali tergambarkan di otak saya. Memang seharusnya saya melatih kemampuan itu dari jauh-jauh hari, dan ngotot waktu mengerjakan ujian.

Kesimpulan: Ternyata memang sulit menguasai sesuatu jika tidak berusaha! (gak nyambung! ahaha… gapapa ah…)

→ 3 CommentsCategories: Kuliah · My Life!
yang berkaitan: , , , ,